HOW TO BE A GOOD "PIMPINAN "
Menapaki karier memang tak selamanya mulus, ada saja kerikil bahkan batu besar yang menghadang, begitu juga hubungan antara atasan dan bawahan memang rentan konflik. Hubungan yang baik sepatutnya senantiasa dibina agar tidak berdampak negatif terhadap kinerja masing masing pihak dan juga kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Perlu strategi dan kemauan untuk membuka wawasan untuk menemukan cara yang tepat menghadapi semua kendala.
Diambil dari beberapa sumber, kutipannya :
1. Adaptasi,.
Artinya, anda melakukan perubahan,tetapi dengan memperhatikan potensi yang
dimiliki anak buah anda.
2. Respect.
Ciptakan bawahan yang antusias mengikuti anda antara lain dg memperlakukan mereka dengan hormat,membimbing,memberi kesempatan berkembang, dan bersikap fleksibel terhadap kesalahan
3. Kontrol setiap langkah
Untuk mewujudkan ambisi, tapi tidak secara berlebihan (apalagi menekan ), karena bisa mematikan inisiatif bawahan anda.
4. EGO.
Sebagai pemimpin anda tetap punya sisi gelap.Ada keinginan kuat dibawah sadar untuk memaksa orang lain mendukung ambisis anda,dan ketika ambisis mendekati tujuannya,ada ego anda untuk menampilkan keberhasilan itu berkat kerja keras anda, bukan tim.. Hati hati,ego seperti ini bisa menyakitkan hati,dan kelak berakibat anda tidak akan mendapat dukungan lagi.
5. IQ ( Intelligence quottient ) & EQ (Emotional quotient ) PENTING.
Untuk kepemimpinan,yang terpenting adalah inteligensi memimpin,yakni kemampuan memahami karakteristik bawahan dan mendorong mereka maju Miliki Standar Operasional, lalu delegasikan tugas kepada bawahan. Tapi ingat sesuai dengan karakter dan kemampuan si penerima delegasi. alias jangan yang sulit dimengerti. Tidak semua bawahan anda mampu mencerna arahan secepat anda menerima arahan dari atasan anda.
6. Kedermawanan.
Jika anda mengharapkan dukungan dan loyalitas bawahan, perjuangkan pula hak hak mereka.
7. Disiplin tanpa Hukuman.
Hukuman terbukti bukan merupakan cara efektif menghadapi bawahan yang bermasalah. Seringkali hukuman justru membuat bawahan marah, sakit hati dan menunjukkan sikap antipati.
Dan yang terpenting yang akan saya bahas adalah bila anda adalah seorang wanita pemimpin yang di kelilingi oleh para pria sebagai bawahan anda,
1. Jangan ikut bergabung bersama bawahan pria saat mereka berkumpul dengan rekan pria lain, misalnya waktu istirahat atau makan siang. Karena kehadiran anda di saat itu bisa dianggap membatasi kebebasan mereka berbicara.
2. Jangan terlalu sering memberikan toleransi kesalahan bawahan pria hanya untuk mengambil hati mereka. Kalau anda terlalu sering memberi toleransi, bisa-bisa kesalahan yang mereka perbuat akan semakin fatal. Tunjukkan bahwa anda kompeten dan tegas. Tegurlah setiap mereka melakukan kesalahan meskipun itu kesalahan kecil. Pilihlah kata-kata yang sopan namun tegas saat menegur mereka. Jangan bersikap emosional dan terkesan cerewet ketika melakukan teguran. Karena sikap emosional dan cerewet hanya akan menimbulkan celetukan di antara mereka. Misalnya.." cerewet amat...gitu tuh kalo punya bos cewe..dasar nenek2.."" hehe maaf maaf terlalu di dramatisir....*kembali ke laptop..
3. Jika mereka menyatakan komentar negatif dan kasar, ungkapkan bahwa anda tidak menyukai komentar ataupun pendapat yang melecehkan wanita. Katakan bahwa jangan mengatakan hal tersebut jika anda sedang berada di sekeliling mereka. Tetapi di lain waktu, bisa juga anda mencoba memahami gurauan mereka. Jika mungkin, anda bisa tertawa bersama mereka. Dan jika memungkinkan belajarlah untuk melontarkan gurauan ala pria. Tentu dalam skala yang tidak merendahkan martabat anda sebagai atasan wanita.
4. Ambillah sisi positif dari sikap pria. Umumnya wanita berbicara berdasarkan perasaan dan emosinya. Sedangkan pria berbicara menurut rasionya. Untuk hal yang satu ini wanita dapat meniru pria, tetapi tetaplah menjadi wanita secara keseluruhan. Sebagai wanita anda harus tetap lembut, anggun sekaligus berwibawa.
[dari berbagai sumber]
Perlu strategi dan kemauan untuk membuka wawasan untuk menemukan cara yang tepat menghadapi semua kendala.
Diambil dari beberapa sumber, kutipannya :
1. Adaptasi,.
Artinya, anda melakukan perubahan,tetapi dengan memperhatikan potensi yang
dimiliki anak buah anda.
2. Respect.
Ciptakan bawahan yang antusias mengikuti anda antara lain dg memperlakukan mereka dengan hormat,membimbing,memberi kesempatan berkembang, dan bersikap fleksibel terhadap kesalahan
3. Kontrol setiap langkah
Untuk mewujudkan ambisi, tapi tidak secara berlebihan (apalagi menekan ), karena bisa mematikan inisiatif bawahan anda.
4. EGO.
Sebagai pemimpin anda tetap punya sisi gelap.Ada keinginan kuat dibawah sadar untuk memaksa orang lain mendukung ambisis anda,dan ketika ambisis mendekati tujuannya,ada ego anda untuk menampilkan keberhasilan itu berkat kerja keras anda, bukan tim.. Hati hati,ego seperti ini bisa menyakitkan hati,dan kelak berakibat anda tidak akan mendapat dukungan lagi.
5. IQ ( Intelligence quottient ) & EQ (Emotional quotient ) PENTING.
Untuk kepemimpinan,yang terpenting adalah inteligensi memimpin,yakni kemampuan memahami karakteristik bawahan dan mendorong mereka maju Miliki Standar Operasional, lalu delegasikan tugas kepada bawahan. Tapi ingat sesuai dengan karakter dan kemampuan si penerima delegasi. alias jangan yang sulit dimengerti. Tidak semua bawahan anda mampu mencerna arahan secepat anda menerima arahan dari atasan anda.
6. Kedermawanan.
Jika anda mengharapkan dukungan dan loyalitas bawahan, perjuangkan pula hak hak mereka.
7. Disiplin tanpa Hukuman.
Hukuman terbukti bukan merupakan cara efektif menghadapi bawahan yang bermasalah. Seringkali hukuman justru membuat bawahan marah, sakit hati dan menunjukkan sikap antipati.
Dan yang terpenting yang akan saya bahas adalah bila anda adalah seorang wanita pemimpin yang di kelilingi oleh para pria sebagai bawahan anda,
1. Jangan ikut bergabung bersama bawahan pria saat mereka berkumpul dengan rekan pria lain, misalnya waktu istirahat atau makan siang. Karena kehadiran anda di saat itu bisa dianggap membatasi kebebasan mereka berbicara.
2. Jangan terlalu sering memberikan toleransi kesalahan bawahan pria hanya untuk mengambil hati mereka. Kalau anda terlalu sering memberi toleransi, bisa-bisa kesalahan yang mereka perbuat akan semakin fatal. Tunjukkan bahwa anda kompeten dan tegas. Tegurlah setiap mereka melakukan kesalahan meskipun itu kesalahan kecil. Pilihlah kata-kata yang sopan namun tegas saat menegur mereka. Jangan bersikap emosional dan terkesan cerewet ketika melakukan teguran. Karena sikap emosional dan cerewet hanya akan menimbulkan celetukan di antara mereka. Misalnya.." cerewet amat...gitu tuh kalo punya bos cewe..dasar nenek2.."" hehe maaf maaf terlalu di dramatisir....*kembali ke laptop..
3. Jika mereka menyatakan komentar negatif dan kasar, ungkapkan bahwa anda tidak menyukai komentar ataupun pendapat yang melecehkan wanita. Katakan bahwa jangan mengatakan hal tersebut jika anda sedang berada di sekeliling mereka. Tetapi di lain waktu, bisa juga anda mencoba memahami gurauan mereka. Jika mungkin, anda bisa tertawa bersama mereka. Dan jika memungkinkan belajarlah untuk melontarkan gurauan ala pria. Tentu dalam skala yang tidak merendahkan martabat anda sebagai atasan wanita.
4. Ambillah sisi positif dari sikap pria. Umumnya wanita berbicara berdasarkan perasaan dan emosinya. Sedangkan pria berbicara menurut rasionya. Untuk hal yang satu ini wanita dapat meniru pria, tetapi tetaplah menjadi wanita secara keseluruhan. Sebagai wanita anda harus tetap lembut, anggun sekaligus berwibawa.
[dari berbagai sumber]




