paket stimulus ekonomi versi Obama
CNN Hologram Technology May Change Web Conferencing forever
Makanan Penyehat Gigi
Anda mungkin tak pernah berpikir bahwa makanan yang Anda konsumsi akan mempengaruhi kesehatan gigi. Jika Anda berpikir bahwa hanya dengan menggosok gigi setiap hari dan berkumur semua sudah beres, Anda salah. Untuk melawan sakit gigi dan membunuh bakteri, beberapa jenis makanan memiliki peran penting.
Cranberri
Mineral yang terkandung dalam buah ini merupakan pelindung bagi gigi untuk memblok tinggalan noda yang dibuat oleh saus, kopi, anggur merah atau kola. Para ilmuwan di Universitas Rochester di New York menyatakan bahwa Cranberri juga dapat menghambat ezim-enzim yang dibutuhkan bakteri jahat untuk bisa hidup di gigi, juga mencegah timbulnya plak penyebab karang gigi. "Perlindungan ini berjalan efektif selama tiga hingga empat jam," ujar Marc Liechtung, DMD, P dari New York, bila Anda tidak menyikat gigi setelahnya. Minumlah air sekitar 240 ml atau satu gelas besar air jus cranberri sebelum makan saus tomat atau makanan yang mudah meninggalkan noda di gigi agar noda itu lenyap.
Wortel
Makanan kegemaran kelinci ini ternyata dapat meningkatkan produksi saliva yang pada akhirnya akan mencuci mulut, mengurangi germ dan bakteri. Menurut Georgiana Donadio, DC, PhD, ahli gizi dan pendiri National Institute of Whole Health, wortel juga bermanfaat mencegah bakteri yang menyerang gigi. Konsumsi wortel mini (baby carrot) setiap hari akan membantu gigi untuk membilas sisa-sisa makanan dan bekteri yang terjebak dalam gigi.
Limau, Jeruk Limun Dan Jeruk
Vitamin dosis tinggi yang terdapat dalam buah sitrus efektif membunuh bakteri yang terbentuk oleh gula, pecahan makanan dan plak yang tertinggal di gigi. Vitamin di dalam sitrus juga mendukung fungsi kolagen yang sehat di dalam gusi dan mencegah munculnya sakit gigi. Tapi siapa yang menginginkan jeruk sebagai snak? Tentu saja Anda bisa memerasnya dan minum segelas besar jus jeruk setiap hari agar gigi sehat.
Yogurt
"Saat pH dalam mulut di atas 5,5, meningkatnya asam bakal menyebabkan gigi mengalami demineralisasi. Proses ini bakal membuat gigi menjadi busuk," ucap seorang dokter gigi. Jimmy Wu, DDS dari San Diego, dokter gigi ini menyatakan, sesendok makan yogurt bakal segera mengembalikan kadar pH dalam mulut menjadi normal, yakni 7. Terlebih kandungan fosfat, kalsium dan kasein dalam yogurt akan membantu remineralisasi ini terjadi. Konsumsi yogurt yang tidak manis, rendah lemak merupakan cara terbaik memelihara gigi.
Buah Anggur
Para ilmuwan menemukan bahwa buah anggur meningkatkan kadar darah dan kemampuan tubuh menyembuhkan dirinya sendiri. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Dental Journalmengungkap, konsumsi dua buah anggur sehari akan menyelamatkan gigi Anda dari perdarahan gusi. Apalagi kalau lebih dari dua buah. Segenggam misalnya.
Teh Hijau
Antioksidan katekin di dalam teh hijau mencegah terjadinya lubang gigi yang disebabkan oleh bakteri, serta mengurangi bau mulut. Akhiri makan dengan secangkir teh hijau untuk menyegarkan mulut Anda dan membantu ludah menghilangkan gula dan bakteri dalam mulut.
Kulit Mulus Tanpa Bekas Luka
Luka, sekecil apapun harus segera ditangani dengan baik. Karena jika tidak, bukan saja akan memperburuk kondisinya, tetapi juga bisa menimbulkan bekas luka yang akan menghantui Anda seumur hidup.Terkadang, orang lebih senang membersihkan lukanya sendiri daripada harus pergi ke dokter. Padahal luka kecil pun bila penanganannya tidak tepat, bisa menyebabkan infeksi. Daripada ini terjadi, seharusnya Anda memperhatikan langkah-langkah berikut ini saat membersihkan luka.
Pakai pelindung saat membersihkan.
Sebelum melakukan kontak dengan luka, bersihkan tangan Anda dengan sabun atau disinfektan dan gunakan sarung tangan lateks untuk mencegah penularan penyakit. Lalu, segera bersihkan luka dan hilangkan kotoran dengan hati-hati.
Tutupi luka dengan perban.
Perban harus menutup sekitar 1 centimeter melewati batas kulit yang terluka agar dapat melindunginya dengan sempurna. Pastikan perban steril dan cukup lebar sehingga memungkinkan kulit tetap lembab. Jangan menggunakan perban yang kering karena dapat menempel pada luka. Berikan krim antibiotik di bagian dalam perban penutup (Jangan mengoleskannya langsung pada luka, karena dapat membuat tabung salep terkontaminasi). Gunakan plester untuk menutupi keempat sisi perban sehingga tidak lepas, tapi jangan terlalu longgar atau ketat.
Lindungi perban.
Lindungi dengan material anti-air seperti plester anti air atau plastik. Ini diperlukan jika terdapat risiko kemungkinan luka bisa terkena air.
Pastikan kenyamanannya.
Coba rasakan apakah daerah luka yang sudah diperban tadi terasa tidak sakit atau geli saat disentuh. Jika masih sakit, berarti ada yang salah ketika membungkusnya. Pastikan pula Anda bisa menggerakkan tangan atau kaki dengan leluasa. Ganti perban setiap hari, dan periksa tanda-tanda infeksi.





