paket stimulus ekonomi versi Obama
Nov 5, sumber asal dari reuters.
Presiden terpilih AS Barrack Obama berharap dapat memperbaiki ekonomi Amerika Serikat yang sedang terpuruk, dia telah mencanangkan paket stimulus ekonomi yang oleh beberapa ahli ekonomi diperkirakan akan memakan dana sekitar $ 190 Miliar. Sementara itu Amerika Serikat sedang menghadapi defisit anggaran sekitar $ 500 Miliar, warisan dari pemerintahan terdahulu (Bush), dan menurut analisa defisit anggaran AS akan mencapai rekor $ 1 Trilyun tahun depan.
Dalam kampanye ekonominya, Obama berjanji untuk :
- Mengenakan pajak terhadap keuntungan yang diperoleh perusahaan Minyak dan mendistribusikannya kepada pembayar pajak (rakyat AS), berupa potongan harga BBM.
- Memberikan potongan pajak (refundable) kepada perusahaan yang memperkerjakan pegawai penuh, 1 pegawai dihargai $ 3000 potongan pajak dan ini berlaku selama 2 tahun kedepan
- Menghapus pajak pertambahan nilai bagi investasi dalam bisnis skala kecil
- Menyediakan dana sekitar $ 25 Miliar untuk pembangunan dan perbaikan Jalan, Jembatan, Sekolah dan infrastruktur lain
- Menyediakan $ 25 milyar lagi untuk negara bagian yang terkena krisis ekonomi
- Menyediakan $ 50 Milyar berupa pinjaman bagi perusahaan manufaktur mobil AS dan membantu mereka membuat mobil yang efesien bahan bakar. Kongres sebelumnya telah menyediakan $ 25 Milyar
- Dalam jangka panjang, Obama berupaya menghapus kebijakan Presiden Bush dalam hal pemotongan pajak bagi orang Amerika yang kaya. Pemotongan pajak permanen sebesar $500 bagi para pekerja lajang dan $ 1000 bagi yang sudah berkeluarga. Pemotongan pajak bagi warga lanjut usia hingga $ 50.000
- Dalam perdagangan, Obama berencana untuk meninjau kembali North American Free Trade Agreement (NAFTA), menggunakan perjanjian perdagangan yang memajukan tenaga kerja dan berlandaskan lingkungan hidup yang baik di seluruh dunia. Dia juga berjanji untuk menghentikan Libur Pajak yang mendorong perusahaan mengalihkan kebutuhan tenaga kerja ke luar negeri.




